<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://hanantareja.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hanantareja.wordpress.com</link>
	<description>hanya sekedar penggalan waktu dan ketika waktu mulai berkisah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Sep 2009 16:39:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hanantareja.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title></title>
		<link>http://hanantareja.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hanantareja.wordpress.com/osd.xml" title="" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hanantareja.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Saya ingin tau nikmatnya shalat&#8230;</title>
		<link>http://hanantareja.wordpress.com/2009/09/05/saya-ingin-tau-nikmatnya-shalat/</link>
		<comments>http://hanantareja.wordpress.com/2009/09/05/saya-ingin-tau-nikmatnya-shalat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 16:39:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanantareja</dc:creator>
				<category><![CDATA[jeruk]]></category>
		<category><![CDATA[My Lovely Islam...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanantareja.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanantareja.wordpress.com&amp;blog=3874446&amp;post=61&amp;subd=hanantareja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanantareja.wordpress.com&amp;blog=3874446&amp;post=61&amp;subd=hanantareja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanantareja.wordpress.com/2009/09/05/saya-ingin-tau-nikmatnya-shalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55873cf206baedf0036d4abf315729fd?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanantareja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TETAP MENYALA</title>
		<link>http://hanantareja.wordpress.com/2009/09/02/tetap-menyala/</link>
		<comments>http://hanantareja.wordpress.com/2009/09/02/tetap-menyala/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 00:31:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanantareja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[My Lovely Islam...]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanantareja.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[TETAP MENYALA Cahaya merupakan sebentuk materi yang dapat diukur, dan menurut beberapa orang gelap merupakan keadaan dimana cahaya itu sudah tidak ada, karena lebih lanjut menurut mereka : gelap itu sebenarnya tidak ada, gelap hanyalah kata yang digunakan untuk mendefinisikan keadaan dimana sudah tidak ada cahaya, jadi walaupun setitik, ketika cahaya itu sudah hadir maka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanantareja.wordpress.com&amp;blog=3874446&amp;post=55&amp;subd=hanantareja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">TETAP MENYALA</p>
<p><img class="size-full wp-image-58 alignleft" style="border:1px solid black;margin:5px 10px;" title="lilin" src="http://hanantareja.files.wordpress.com/2009/09/montana_10_bg_061905.jpg?w=450" alt="lilin"   /></p>
<p>Cahaya merupakan sebentuk materi yang dapat diukur, dan menurut beberapa orang gelap merupakan keadaan dimana cahaya itu sudah tidak ada, karena lebih lanjut menurut mereka : gelap itu sebenarnya tidak ada, gelap hanyalah kata yang digunakan untuk mendefinisikan keadaan dimana sudah tidak ada cahaya, jadi walaupun setitik, ketika cahaya itu sudah hadir maka kata “gelap”-pun menjadi lenyap, lebih sederhana lagi intinya kegelapan pasti menyerah bertekuk lutut dihadapan cahaya walau kecil. Sudah menjadi ketetapan-Nya, cahaya tidak akan pernah bertekuk lutut di depan kegelapan, dan pasukkan kegelapan tak akan pernah berhasil memadamkan cahaya, tiada pernah gelapnya malam memadamkan lilin. Lilin padam karena usia, lilin padam karena dipadamkan oleh manusia, tapi belum pernah ada sejarah lilin padam karena gelapnya malam.</p>
<p>Seandainya jika diperkenankan menganalogikan segala kebaikan itu merupakan sebentuk cahaya dari Allah, maka ketika Nur-Nya yang hadir pasti mengusir segala kegelapan dan mengusir pula segala keburukan. Pasti! Sehingga kejahatan dan segala keburukan adalah seolah menjadi definisi dari keadaan dimana ketiadaan Cahaya Allah. Penodongan, perampokan, pencopetan, dan kejahatan lain menjadi bukti kalau ketika Cahaya Kebenaran Allah tidak hadir di hati pelakunya maka disanalah tercipta “kejahatan”.<br />
<span id="more-55"></span><br />
Begitu Maha Pemurah Allah SWT, hinga begitu banyak petunjuk yang dihamparkan oleh Rabb Yang Maha Pengasih demi kasih sayang-Nya kepada hamba – hamba yang dhoif, namun sayang tidak sedikit pula diantara hamba – hambanya yang terlanjur menutup hati oleh ulahnya sendiri, sehingga sumbu lilin yang terlalu basah tentu sulit menyala walau sudah hadir api untuk membuatnya menyala dan kemudian bercahaya. Pernahkah terpikir sesungguhnya bagi Allah tidak mudah untuk menjadikan hamba-Nya untuk menjadi seorang yang “buta, bisu, dan tuli”, dan tidak sulit pula bagi-Nya untuk menutup pintu dihati! Maha Suci Allah dari sifat zhalim kepada hamba – hamba-Nya, maka Ia-pun mengajarkan doa dalam Ali ‘Imran ayat 8.<br />
<a href="http://tinypic.com" target="_blank"><img src="http://i28.tinypic.com/sgn135.jpg" border="0" alt="Image and video hosting by TinyPic" /></a><br />
8.  (mereka berdoa): &#8220;Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; Karena Sesungguhnya Engkau-lah Maha pemberi (karunia)&#8221;.</p>
<p>Maka dengan penuh kerendahan hati dan penuh harap kita menengadahkan tangan, melangitkan harap itu melalui doa agar kita diteguhkan dalam sumbu kebenaran. Sesungguhnya segala kebaikan adalah milik Allah SWT, bagaimana tidak sungguh kita tidak bisa menciptakan sebuah amal terjadi bila Allah tidak berkehendak. Semakin baik iman dan tingkat ketakwaan sesorang hamba, maka ia benar – benar akan merasa kekotoran dirinya, merasa benar – benar dhaif, semakin takut kalau ujian ketakwaan justru menjadi bumerang untuk menyesatkan dari jalan yang lurus. Tiada pernah padi semakin berisi kecuali ia semakin menunduk.</p>
<p>Sebenarnya memercikkan api itu rata – rata lebih mudah daripada menjaganya tetap menyala. Lilin yang sudah menyala tidak mudah untuk tetap menyala, sering kali angin datang membelai untuk memukau supaya sang lilin beristirahat dari cahaya, agar sang lilin tidur sejenak. Begitu pula cahaya di hati ia terlalu sering padam sehingga menjadi sebuah pekerjaan besar ialah menjaga cahaya kebenaran dari Allah untuk senantiasa menyala. Tidak perlu menyala besar, ketika cahaya itu selalu menyala walaupun kecil maka kegelapan tak akan pernah hinggap di hati. Maka pernah terdengar oleh kita kalau sesungguhnya Allah menyukai amalan yang sedikit tapi istiqomah, kontinu, terus menerus.</p>
<p>Umar Timiltsani, diketahui oleh banyak orang dekatnya jikalau beliau sangat menyukai jus mangga, hingga suatu ketika sebuah kajian diadakan dan disuguhkan oleh panitia segelas jus mangga sebagai rasa hormat, namun justru roman muka sang ustadz berubah, hingga akhir acara, beliau tidak menyentuh jus mangga tersebut, beberapa orang merasakan kejanggalan, dan memaksa beliau menceritakan kejadian yang cukup aneh tersebut. Akhirnya sang murabbi itu bercerita kalau dia tidak tega meminum jus mangga itu, lebih lanjut beliau berkata kalau dulu kala sewaktu beliau pulang larut maka sang istri dengan setia menunggu beliau bersama jus mangga yang menemaninya, kemudian minum bersama, sekarang ketika sang istri lebih dahulu menghadap Rabb-nya, maka beliau tidak tega minum jus itu sendirian. Beliau menjaga kesetiaan yang cukup unik itu padahal usia beliau sudah sangat lanjut, tapi&#8230; bagaimana menjaga kesetiaan cinta tetap menyala lebih unik&#8230;</p>
<p>Ramadhan menjadi ajang yang luas untuk menerima percikan – percikan cahaya kebenaran, tidak jarang setiap tausiah menjadi pemantiknya, setiap peristiwa bisa menjadi hikmah yang memercik, setiap rasa syukur menjadikan hati semakin mudah menyala dalam cahaya kebenaran, dan kemudian menjadi tugas kita untuk menyempurnakan sentuhan Allah, untuk menjadikan tiap – tiap percikan cahaya itu terus menyala.</p>
<p>Secara lahiriah, ramadhan ini menjadi saat penuh berkah, sehingga dari segi kuantitas amalan semakin meningkat, jumlah amalan semakin menjamur, tapi&#8230; tidak berhenti disitu saja, sudahkah amalan – amalan itu menggores di hati, meninggalkan bekas yang dalam, sudahkah amalan itu membuat kita merasakan indahnya iman, nikmatnya islam, damainya hati; sudahkah amalan itu membuat kita semakin rindu kepada Rabb, hingga kita seolah ingin selalu beramal lagi.</p>
<p>Sudahkah tiap kening ini menyentuh bumi-Nya, membuat kedamaian menyelimuti diri hingga rasanya sayang mengangkat kepala, sudahkah sujud itu menjadikan hati semakin lapang, segala simpul kesulitan mulai terurai, gundah mulai pudar, sudahkah tiap sujud itu membuat hati merasa selalu ditetesi embun kesejukan.</p>
<p>Sudahkah air mata yang menetes itu murni menyampaikan kegelisahan di hati bukan sekedar parade kemunafikan yang dihamparkan, sudahkah air mata itu menetes di hati dan mencucinya.</p>
<p>Sudahkah setiap tasbih menjadikan kita semakin bisa merasakan kotornya diri dihadapan zat yang Maha Suci, sudahkan setiap pujian tahmid menjadikan diri kita semakin merasa malu, karena segala pujian benar – benar hanya Allah yang berhak, sudahkah setiap “Alhamdulillah” terucap menjadi hati semakin tawadhu? Sudahkah hamdallah membuat kita semakin merendah dihadapan manusia, karena itu akan membuat kita meninggi dihadapan Allah.</p>
<p>Sudahkah setiap takbir, setiap lisan itu berucap “Allahu Akbar” maka hati ini merasa tenang karena semua himpitan di hati pasti selesai karena Allah Maha Akbar, karena kita percaya karena Akbar-Nya-lah semua pasti selesai dan berakhir dengan indah! Bukankah rasanya Allah menitipkan surga-Nya di dunia untuk hamba yang benar benar mengenal-Nya, Ma’rifatullah, sungguh beruntung orang yang mengenal Allah, karena tiap ujian menjadikan dirinya sabar, dan karena ia sangat sadar kesabaran itu mendekatkan dirinya kepada Sang Khaliq, sungguh beruntung orang yang mengenal Allah karena setiap beramal, keikhlasan senantiasa mengiringi hingga hati ini terasa lapang setiap beramal karena tidak ada tendensi selain mengharap ridha-Nya, bebas dari keterikatan duniawi. Maka sekarang kembali ke pertanyaan muhasabah, sudahkan ramadhan kali ini lebih mendekatkan diri kita kepada Allah walau hanya sejengkal?</p>
<p>Rabb bukalah pintu di hati</p>
<p>Dari pintu – pintu yang kukunci mati</p>
<p>Masukkan cahaya-Mu kedalamnya</p>
<p>Jangan Engkau biarkan padam dari nyalanya</p>
<p>Agar aku bisa berjalan di gelapnya malam</p>
<p>Agar aku tak tersesat di silaunya siang</p>
<p>Semangat adalah api yang meledak – ledak, maka kesabaran adalah muara dimana semangat – semangat itu berkumpul, dan kesabaran adalah kekuatan yang menjaganya untuk senantiasa menyala, biarkan api memercik menjadi semangat, kemudian kesabaran meneguhkannya menjadi tekad, dan ijin-Nya-lah yang memastikan tekad itu berwujud menjadi amal yang lurus. Kemudian ingatlah kalau api semangat itu pasti bisa padam, namun keikhlasan adalah kuda bersayap yang siap mengantarkan sang penunggang kemanapun tanpa merasa lelah, dan kesabaran adalah perisai yang tak akan pernah hancur menghadapi tajamnya senjata lawan, maka prasangka baik kepada Allah dan doa adalah pedang yang siap mengayun menghadapi musuh di padang pertempuran. Dan tunggulah, karena menunggu adalah seni, maka hanya waktu akan menjadi “jawaban dari Allah atas segala bentuk ikhtiar” yaitu kesyahidan atau pulang bersama kehormatan membawa kemenangan.</p>
<p>Wallahua’lam</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanantareja.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanantareja.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanantareja.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanantareja.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanantareja.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanantareja.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanantareja.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanantareja.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanantareja.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanantareja.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanantareja.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanantareja.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanantareja.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanantareja.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanantareja.wordpress.com&amp;blog=3874446&amp;post=55&amp;subd=hanantareja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanantareja.wordpress.com/2009/09/02/tetap-menyala/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55873cf206baedf0036d4abf315729fd?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanantareja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hanantareja.files.wordpress.com/2009/09/montana_10_bg_061905.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lilin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i28.tinypic.com/sgn135.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Image and video hosting by TinyPic</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penantian</title>
		<link>http://hanantareja.wordpress.com/2008/06/27/penantian/</link>
		<comments>http://hanantareja.wordpress.com/2008/06/27/penantian/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 04:09:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanantareja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[My Lovely Poetry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanantareja.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Penantian Ketika penantian serasa tak berujung Saat janji serasa tak tertunaikan Ketika keyakinan mulai limbung Saat napas sulit dihembuskan Kan kutanam mawar merah Walau harus turun ke lembah Kan kutumbuhkan puspa melati Walau semua itu serasa tak pasti Sang mawar pasti kan merekah Melati niscaya kan mewangi Kutunggu walau terasa lelah Kunanti meski serasa abadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanantareja.wordpress.com&amp;blog=3874446&amp;post=47&amp;subd=hanantareja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penantian</p>
<p>Ketika penantian serasa tak berujung</p>
<p>Saat janji serasa tak tertunaikan</p>
<p>Ketika keyakinan mulai limbung</p>
<p>Saat napas sulit dihembuskan</p>
<p>Kan kutanam mawar merah</p>
<p>Walau harus turun ke lembah</p>
<p>Kan kutumbuhkan puspa melati</p>
<p>Walau semua itu serasa tak pasti</p>
<p>Sang mawar pasti kan merekah</p>
<p>Melati niscaya kan mewangi</p>
<p>Kutunggu walau terasa lelah</p>
<p>Kunanti meski serasa abadi</p>
<p>Walau duri bisa menusuk jari</p>
<p>Kan kulihat merah dari hijaunya</p>
<p>Walau kecewa bisa menghampiri</p>
<p>Kan kucium wangi sang puspa</p>
<p>Hingga membatu bersama penantian</p>
<p>Sampai membeku menahan kesabaran</p>
<p>Kulihat mekar dari kuncupnya</p>
<p>Kuhirup wangi hingga semerbaknya</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hanantareja.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hanantareja.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanantareja.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanantareja.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanantareja.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanantareja.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanantareja.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanantareja.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanantareja.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanantareja.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanantareja.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanantareja.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanantareja.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanantareja.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanantareja.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanantareja.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanantareja.wordpress.com&amp;blog=3874446&amp;post=47&amp;subd=hanantareja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanantareja.wordpress.com/2008/06/27/penantian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55873cf206baedf0036d4abf315729fd?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanantareja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tiga penampakan akhlaq</title>
		<link>http://hanantareja.wordpress.com/2008/06/27/tiga-penampakan-akhlaq/</link>
		<comments>http://hanantareja.wordpress.com/2008/06/27/tiga-penampakan-akhlaq/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 04:06:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanantareja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[My Lovely Islam...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanantareja.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Tiga penampakan akhlaq bagaimana akhlaq itu menampakkan dirinya : pertama, apabila engkau berusaha sendiri dengan sungguh-sungguh tanpa merampas harta seseorng atau hak orang lain, maka usahamu itu adil adanya. Kedua, apabila engkau menemui kesulitan dalam berusaha dan dengan bersusah payah memikul beratnya bersikap terhormat dan berlaku adil , maka dengan demikian engkau telah melakukan kesabaran. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanantareja.wordpress.com&amp;blog=3874446&amp;post=46&amp;subd=hanantareja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Harrington; panose-1:4 4 5 5 5 10 2 2 7 2; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:decorative; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:35.4pt; mso-footer-margin:35.4pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} --></p>
<p>Tiga penampakan akhlaq</p>
<p>bagaimana akhlaq itu menampakkan dirinya :</p>
<p>pertama,<br />
apabila engkau berusaha sendiri dengan sungguh-sungguh tanpa merampas harta seseorng atau hak orang lain, maka usahamu itu adil adanya.</p>
<p>Kedua,<br />
apabila engkau menemui kesulitan dalam berusaha dan dengan bersusah payah memikul beratnya bersikap terhormat dan berlaku adil , maka dengan demikian engkau telah melakukan kesabaran.</p>
<p>ketiga,<br />
apabila dalam usahamu ini engkau dihadapkan dengan bahaya-bahaya, kemudian engkau tetap bersikeras untuk menerobosnya, tetapi tidak menemukan jalur yang mudah, maka engkau tergolong orang yang pemberani.</p>
<p>Keseluruhannya kembali pada satu asal, yaitu: merupakan makna adil yang sejalan dengan keutamaan-keutamaan jiwa dan menjadi sumber kebaikan.</p>
<p>(Syaikh Shaleh Syadi dalam Ta&#8217;amulat fi kitab Madarij as salikin li ibn Al Qayyim al Jauziyah)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hanantareja.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hanantareja.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanantareja.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanantareja.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanantareja.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanantareja.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanantareja.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanantareja.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanantareja.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanantareja.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanantareja.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanantareja.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanantareja.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanantareja.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanantareja.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanantareja.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanantareja.wordpress.com&amp;blog=3874446&amp;post=46&amp;subd=hanantareja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanantareja.wordpress.com/2008/06/27/tiga-penampakan-akhlaq/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55873cf206baedf0036d4abf315729fd?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanantareja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Segenggam Gundah (Ode untuk Para Ayah)</title>
		<link>http://hanantareja.wordpress.com/2008/06/27/segenggam-gundah-ode-untuk-para-ayah/</link>
		<comments>http://hanantareja.wordpress.com/2008/06/27/segenggam-gundah-ode-untuk-para-ayah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 04:04:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanantareja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[My Lovely Family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanantareja.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Publikasi: 03/05/2005 12:59 WIB eramuslim &#8211; Subuh tadi saya melewati sebuah rumah, 50 meter dari rumah saya dan melihat seorang isteri mengantar suaminya sampai pagar depan rumah. &#8220;Yah, beras sudah habis loh&#8230;,&#8221; ujar isterinya. Suaminya hanya tersenyum dan bersiap melangkah, namun langkahnya terhenti oleh panggilan anaknya dari dalam rumah, &#8220;Ayah, besok Agus harus bayar uang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanantareja.wordpress.com&amp;blog=3874446&amp;post=45&amp;subd=hanantareja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Publikasi: 03/05/2005 12:59 WIB</p>
<p>eramuslim &#8211; Subuh tadi saya melewati sebuah rumah, 50 meter dari rumah saya dan melihat seorang isteri mengantar suaminya sampai pagar depan rumah. &#8220;Yah, beras sudah habis loh&#8230;,&#8221; ujar isterinya. Suaminya hanya tersenyum dan bersiap melangkah, namun langkahnya terhenti oleh panggilan anaknya dari dalam rumah, &#8220;Ayah, besok Agus harus bayar uang praktek.&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya&#8230;,&#8221; jawab sang Ayah. Getir terdengar di telinga saya, apalah lagi bagi lelaki itu, saya bisa menduga langkahnya semakin berat.</p>
<p>Ngomong-ngomong, saya jadi ingat pesan anak saya semalam, &#8220;Besok beliin lengkeng ya&#8221; dan saya hanya menjawabnya dengan &#8220;Insya Allah&#8221; sambil berharap anak saya tak kecewa jika malam nanti tangan ini tak berjinjing buah kesukaannya itu.</p>
<p>Di kantor, seorang teman menerima SMS nyasar, &#8220;Jangan lupa, pulang beliin susu Nadia ya&#8221;. Kontan saja SMS itu membuat teman saya bingung dan sedikit berkelakar, &#8220;Ini, anak siapa minta susunya ke siapa&#8221;. Saya pun sempat berpikir, mungkin jika SMS itu benar-benar sampai ke nomor sang Ayah, tambah satu gundah lagi yang bersemayam. Kalau tersedia cukup uang di kantong, tidaklah masalah. Bagaimana jika sebaliknya?</p>
<p>Banyak para Ayah setiap pagi membawa serta gundah mereka, mengiringi setiap langkah hingga ke kantor. Keluhan isteri semalam tentang uang belanja yang sudah habis, bayaran sekolah anak yang tertunggak sejak bulan lalu, susu si kecil yang tersisa di sendok terakhir, bayar tagihan listrik, hutang di warung tetangga yang mulai sering mengganggu tidur, dan segunung gundah lain yang kerap membuatnya terlamun.</p>
<p>Tidak sedikit Ayah yang tangguh yang ingin membuat isterinya tersenyum, meyakinkan anak-anaknya tenang dengan satu kalimat, &#8220;Iya, nanti semua Ayah bereskan,&#8221; meski dadanya bergemuruh kencang dan otaknya berputar mencari jalan untuk janjinya membereskan semua gundah yang ia genggam.</p>
<p>Maka sejarah pun berlangsung, banyak para Ayah yang berakhir di tali gantungan tak kuat menahan beban ekonomi yang semakin menjerat cekat lehernya. Baginya, tali gantungan tak bedanya dengan jeratan hutang dan rengekan keluarga yang tak pernah bisa ia sanggupi. Sama-sama menjerat, bedanya, tali gantungan menjerat lebih cepat dan tidak perlahan-lahan.</p>
<p>Tidak sedikit para Ayah yang membiarkan tangannya berlumuran darah sambil menggenggam sebilah pisau mengorbankan hak orang lain demi menuntaskan gundahnya. Walau akhirnya ia pun harus berakhir di dalam penjara. Yang pasti, tak henti tangis bayi di rumahnya, karena susu yang dijanjikan sang Ayah tak pernah terbeli.</p>
<p>Tak jarang para Ayah yang terpaksa menggadaikan keimanannya, menipu rekan sekantor, mendustai atasan dengan memanipulasi angka-angka, atau berbuat curang di balik meja teman sekerja. Isteri dan anak-anaknya tak pernah tahu dan tak pernah bertanya dari mana uang yang didapat sang Ayah. Halalkah? Karena yang penting teredam sudah gundah hari itu.</p>
<p>Teramat banyak para isteri dan anak-anak yang setia menunggu kepulangan Ayahnya, hingga larut yang ditunggu tak juga kembali. Sementara jauh disana, lelaki yang isteri dan anak-anaknya setia menunggu itu telah babak belur tak berkutik, hancur meregang nyawa, menahan sisa-sisa nafas terakhir setelah dihajar massa yang geram oleh aksi pencopetan yang dilakukannya. Sekali lagi, ada yang rela menanggung resiko ini demi segenggam gundah yang mesti ia tuntaskan.</p>
<p>Sungguh, di antara sekian banyak Ayah itu, saya teramat salut dengan sebagian Ayah lain yang tetap sabar menggenggam gundahnya, membawanya kembali ke rumah, menyertakannya dalam mimpi, mengadukannya dalam setiap sujud panjangnya di pertengahan malam, hingga membawanya kembali bersama pagi. Berharap ada rezeki yang Allah berikan hari itu, agar tuntas satu persatu gundah yang masih ia genggam. Ayah yang ini, masih percaya bahwa Allah takkan membiarkan hamba-Nya berada dalam kekufuran akibat gundah-gundah yang tak pernah usai.</p>
<p>Para Ayah ini, yang akan menyelesaikan semua gundahnya tanpa harus menciptakan gundah baru bagi keluarganya. Karena ia takkan menuntaskan gundahnya dengan tali gantungan, atau dengan tangan berlumur darah, atau berakhir di balik jeruji pengap, atau bahkan membiarkan seseorang tak dikenal membawa kabar buruk tentang dirinya yang hangus dibakar massa setelah tertangkap basah mencopet.</p>
<p>Dan saya, sebagai Ayah, akan tetap menggenggam gundah saya dengan senyum. Saya yakin, Allah suka terhadap orang-orang yang tersenyum dan ringan melangkah di balik semua keluh dan gundahnya. Semoga. (Bayu Gautama)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hanantareja.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hanantareja.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanantareja.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanantareja.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanantareja.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanantareja.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanantareja.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanantareja.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanantareja.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanantareja.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanantareja.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanantareja.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanantareja.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanantareja.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanantareja.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanantareja.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanantareja.wordpress.com&amp;blog=3874446&amp;post=45&amp;subd=hanantareja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanantareja.wordpress.com/2008/06/27/segenggam-gundah-ode-untuk-para-ayah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55873cf206baedf0036d4abf315729fd?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanantareja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>bunda terkasih</title>
		<link>http://hanantareja.wordpress.com/2008/06/23/bunda-terkasih/</link>
		<comments>http://hanantareja.wordpress.com/2008/06/23/bunda-terkasih/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 10:39:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanantareja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[My Lovely Family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanantareja.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Kudengar merdu lantunan nasyid dibawakan hawari : bila ku ingat masa kecilku ku slalu menyusahkanmu bila ku ingat masa kanakku ku slalu mengecewakanmu bila ku ingat masa kecilku ku slalu menyusahkanmu bila ku ingat masa kanakku ku slalu mengecewakanmu banyak sekali pengorbananmu yang kau berikan padaku tanpa letih dan tanpa pamrih kau berikan semua itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanantareja.wordpress.com&amp;blog=3874446&amp;post=43&amp;subd=hanantareja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kudengar merdu lantunan nasyid dibawakan hawari :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">bila ku ingat masa kecilku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">ku slalu menyusahkanmu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">bila ku ingat masa kanakku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">ku slalu mengecewakanmu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">bila ku ingat masa kecilku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">ku slalu menyusahkanmu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">bila ku ingat masa kanakku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">ku slalu mengecewakanmu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">banyak sekali pengorbananmu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">yang kau berikan padaku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">tanpa letih dan tanpa pamrih </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">kau berikan semua itu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">engkaulah yang kukasihi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">engkaulah yang kurindu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">tuhan selalu doamu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">dari dirimu ya ibu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">tanpa doamu takkan kuraih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">tanpa doamu takkan kucapai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">sgala cita yang kuinginkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">dari dirimu ya ibu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">engkaulah yang kukasihi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">engkaulah yang kurindu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">tuhan selalu doamu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">dari dirimu ya ibu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">- &#8211; -</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Di Bawah telapak kaki Ibu </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Assalamu&#8217;alaikum wr wb</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Dibawah Telapak Kaki Ibu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Ibu…Matahari berbisik padaku, Ibu lebih mulia darinya! Karena apa? Tanyaku Jawabnya…karena dia hanya menerangi dunia ini pada siang saja. Tetapi Ibu menerangi hidup anak-anak sepanjang masa, menembus ruang kehidupan ini sepanjang zaman.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Ibu…Pepohon yang rindang berbisik padaku…….. ibu lebih mulia darinya! Karena apa? Tanyaku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Jawabnya…Karena dia hanya meredupkan kehangatan insan yang berteduh dibawah pepohonannya. Tapi ibu meredupkan kehangatan,hidup yang penuh pancaroba, Meredakan kekusutan hati dan akal anak-anak yang ibu kasihi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Ibu…Emas dan batu permata berbisik padaku…… Ibu lebih mulia darinya! Karena apa?tanyaku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Jawabnya…Karena ia lambang kekayaan,lambang kemewahan. Tapi ibu adalah lambang kasih sayang, lambang cinta, lambang kemuliaan pengorbanan sejati anak-anakmu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Ibu…manis gula dan asinnya garam berbisik padaku…Ibu lebih mulia darinya!Karena apa? Tanyaku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Jawabnya…karena dia hanya menambah nikmat sesuap makanan dan lezatnya secangkir minuman. Tapi ibu mampu menawarkan bisa kedukaan, melezatkan keriangan dan menambah kecintaan lepada kehidupan anak-anak yang ibu kasihi setiap masa dan ketika…..sampai kapan jua.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Ibu…Angin yang bertiup berbisik padaku…Ibu lebih mulia darinya! Karena apa? Tanyaku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Jawabnya…Karena dia tidak mampu sepanjang masa bertiup perlahan bagi menenangkan keadaan, karena ada waktunya ia menjadi badai dan taufan merobek kesejahteraan dan kebahagiaan Insan. Tapi ibu sepanjang masa meleraikan kekusutan menenagkan jira anak-anakmu sesepoi bahasa bayu, menyemai rasa cinta dan sayang sejati anak-anakmu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Ibu…mulianya dirimu…Membenarkan kata-kata surga itu di telapak kaki ibu…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="IN">[Mengenalmu 1 kesyukuran, bergurau denganmu 1 kebahagiaan, menyakiti hatimu akan kuelakkan…1 permintaanku semoga persahabatan kita berpanjangan.]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Wassalamu&#8217;alaikum wr wb</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hanantareja.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hanantareja.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanantareja.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanantareja.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanantareja.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanantareja.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanantareja.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanantareja.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanantareja.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanantareja.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanantareja.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanantareja.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanantareja.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanantareja.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanantareja.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanantareja.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanantareja.wordpress.com&amp;blog=3874446&amp;post=43&amp;subd=hanantareja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanantareja.wordpress.com/2008/06/23/bunda-terkasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55873cf206baedf0036d4abf315729fd?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanantareja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gaya Suami Mencemburui Istrinya</title>
		<link>http://hanantareja.wordpress.com/2008/06/23/gaya-suami-mencemburui-istrinya/</link>
		<comments>http://hanantareja.wordpress.com/2008/06/23/gaya-suami-mencemburui-istrinya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 10:36:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanantareja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[My Lovely Family]]></category>
		<category><![CDATA[My Lovely Islam...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanantareja.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Gaya Suami Mencemburui Istrinya Tulisan ini pernah dimuat di majalah Safina No. 5 Tahun 1 Juli 2003 prayoga.net &#8211; Orang bilang cemburu itu biasa, milik semua orang. Pria, wanita, ulama atau orang kebanyakan, semuanya pernah didera rasa cemburu. Umar Tilmisani, misalnya ulama besar yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum ke tiga Al Ikhwan Al muslimin, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanantareja.wordpress.com&amp;blog=3874446&amp;post=42&amp;subd=hanantareja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="recca" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;">Gaya</span><span style="color:black;"> Suami Mencemburui Istrinya</span></p>
<p class="domon" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;">Tulisan ini pernah dimuat di majalah Safina No. 5 Tahun 1 Juli 2003</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="domon" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="SV">prayoga.net</span><span style="color:black;" lang="SV"> &#8211; Orang bilang cemburu itu biasa, milik semua orang. Pria, wanita, ulama atau orang kebanyakan, semuanya pernah didera rasa cemburu. Umar Tilmisani, misalnya ulama besar yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum ke tiga Al Ikhwan Al muslimin, pun mengaku pernah dilanda cemburu. Dengan terus terang ia mengatakan &#8220;Setelah menikah denganku, selama 17 tahun istriku tidak pernah keluar rumah untuk berkunjung ke keluarganya, atau menghadiri undangan dan kematian tanpa memakai mobil. Ia tidak pernah menggunakan trem, bus ataupun berjalan kaki di jalan, karena aku sangat ghirah (cemburu) kepadanya. Aku cemburu melihat sinar matahari menerpa tubuhnya, atau udara membelit pakaiannya. Dan istriku sangat tahu benar akan perasaanku itu. Karena itu ia tidak pernah merasa dirinya dibatasi sehingga harus marah padaku&#8221;.<br />
</span><span id="more-42"></span><br />
<span style="color:black;" lang="SV"> Tak hanya itu, Syaikh Umar pun mengungkapkan bahwa ia merasa cemburu ketika istrinya terpesona nyanyian seorang penyanyi bernama Riyadh an Sanbthi. Ketika dikomunikasikan istri sang tokoh mengerti dan tidak pernah mendengarkan lagu itu atau menyebut nama an Sanbathi lagi.</span></p>
<p class="domon" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="SV">Cemburu akan menerpa hati suami bila ia merasa dilupakan, diabaikan atau tidak diikutsertakan ketika istri membuat keputusan penting tanpa melibatkan suami, bisa jadi suami akan cemburu. Demikian pula ketika istri terlalu sibuk dengan kegiatan yang tidak melibatkan suami, rasa cemburu akan serta merta melanda.</span></p>
<p class="domon" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="SV">Sesaat setelah lahirnya anak pertama, istri akan sibuk mencurahkan waktu, perhatian dan kasih sayang untuk bayi barunya. Aktivitas ibu memeluk, menimang, memandikan dan menyusui yang tidak pernah melibatkan sang ayah, membuat sang ayah merasa tersisihkan. Waktu yang tersita untuk mengurus bayi, anak-anak dan rumah tangga membuat suami merasa terabaikan, apalagi bila suami istri mulai kehilangan waktu yang biasa digunakan berdua.</span></p>
<p class="domon" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="SV">Laki-laki juga akan cemburu jika kehilangan status dan harga diri di muka umum. Egonya akan terluka parah jika dilecehkan, dihina dan disindir tajam di muka umum oleh pasangannya. Atau bila suami terlihat dan mendapat perlakuan yang dirasa lebih rendah dari istrinya. Misalnya perbedaan perlakuan karena sang istri yang pejabat sedangkan suaminya bukan. Selain itu laki-laki akan merasa nyaman dan dicintai, jika ia dikagumi oleh pasangannya. Sebaliknya ia akan cemburu bila pasangannya mengagumi orang lain selain dirinya.</span></p>
<p class="domon" style="line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="SV">Namun, laki-laki selalu terang-terangan memperlihatkan rasa cemburunya, ini penting untuk menjaga harga dirinya. Sebab tidak jarang suami merasa kurang nyaman bila rasa cemburunya diketahui oleh orang lain, termasuk oleh istrinya yang sedang ia cemburui. Yang biasa dilakukan laki-laki dalam kecemburuannya adalah :</p>
<p>- Berusaha tidak peduli (pura-pura tak acuh).<br />
- Menasehati bahwa perilaku yang membuat ia cemburu adalah penghinaan terhadap masyarakat, bukan terhadap dirinya sendiri.<br />
- Berusaha mempertahankan kuasa atau kontrol terhadap pasangannya dengan ancaman dan permohonan, atau terus menerus mengawasi segala kegiatan pasangannya.<br />
- Menyatakan bahwa ia cemburu, yang artinya ia masih cinta dan masih memiliki hasrat terhadap pasangannya. </span></p>
<p class="domon" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;">Sumber : <a href="http://www.eramuslim.com/" target="_blank"><span style="color:black;">www.eramuslim.com</span></a></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hanantareja.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hanantareja.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanantareja.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanantareja.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanantareja.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanantareja.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanantareja.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanantareja.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanantareja.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanantareja.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanantareja.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanantareja.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanantareja.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanantareja.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanantareja.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanantareja.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanantareja.wordpress.com&amp;blog=3874446&amp;post=42&amp;subd=hanantareja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanantareja.wordpress.com/2008/06/23/gaya-suami-mencemburui-istrinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55873cf206baedf0036d4abf315729fd?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanantareja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ikhlas (dialog kecil sang kyai)</title>
		<link>http://hanantareja.wordpress.com/2008/06/23/ikhlas-dialog-kecil-sang-kyai/</link>
		<comments>http://hanantareja.wordpress.com/2008/06/23/ikhlas-dialog-kecil-sang-kyai/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 10:31:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanantareja</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Lovely Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[My Lovely Islam...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanantareja.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Ikhlas Bersungguh – sungguh beramal itu baik, tapi tanpa keikhlasan berhati – hatilah, bisa sia – sia, karena yang dilihat oleh Allah itu bukan apa yang terlihat dari lahiriah tetapi yang ada di dalamnya. - &#8211; - Kyai : Kenapa kamu kelihatan bersemangat? Santri : Karena saya tahu kalau saya sudah ikhlas dalam beramal. Kyai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanantareja.wordpress.com&amp;blog=3874446&amp;post=40&amp;subd=hanantareja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="IN">Ikhlas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Bersungguh – sungguh beramal itu baik, tapi tanpa keikhlasan berhati – hatilah, bisa sia – sia, karena yang dilihat oleh Allah itu bukan apa yang terlihat dari lahiriah tetapi yang ada di dalamnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>- &#8211; -</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;line-height:150%;"><span lang="IN">Kyai <span> </span>:<span> </span>Kenapa kamu kelihatan bersemangat?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;line-height:150%;"><span lang="IN">Santri<span> </span>:<span> </span>Karena saya tahu kalau saya sudah ikhlas dalam beramal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;line-height:150%;"><span lang="IN">Kyai <span> </span>:<span> </span>(sambil tersenyum) kamu belum ikhlas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;line-height:150%;"><span lang="IN">Santri<span> </span>:<span> </span>Tapi saya sudah koq.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;line-height:150%;"><span lang="IN">Kyai <span> </span>:<span> </span>Seorang yang bilang dia ikhlas dia malah belum ikhlas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;line-height:150%;"><span lang="IN">Santri<span> </span>:<span> </span>Kenapa pak kyai?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;line-height:150%;"><span id="more-40"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kyai <span> </span>:<span> </span>Seorang yang beramal, kemudian bilang sudah ikhlas, berarti dia ingin diketahui orang lain kalau dia beramal dengan ikhlas, berarti dia malah tidak ikhlas karena dia ingin orang lain tau dia ikhlas. Ikhlas itu kalau semua yang dilakukan dikarenakan oleh Allah. Maka diantara amal yang baik adalah amal yang tidak diketahui oleh orang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Sering kali kita membanggakan keikhlasan amal kita, berarti malah tidak ikhlas. Seorang yang berpuasa, godaannya saat yang lain makan, disana sarang ujub dan riya. Kalau dia terbersit orang lain tau kalau dia berpuasa maka sudah rusaklah ikhlasnya. Seorang ibu pergi arisan kemudian saat arisan diberi suguhan maka ditolak dengan terbersit di hati kebanggaan sambil berkata “Saya Puasa”. Itu berarti masih perlu diperbaiki lagi ikhlasnya. Seharusnya sebisa mungkin disembunyikan puasanya. Bisa saja dengan diterima makanan kecil itu kemudian dimasukkan ke dalam tas tanpa berkomentar apa – apa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Lain cerita kalau ibu tadi arisan malam hari, sesudah Isya’. Sudah tahu kalau orang lain tidak akan tahu kalau tadi siang dia berpuasa. Saat disuguh malah bilang “Tadi sudah buka”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Godaan tidak itu saja, saat yang berpuasa suami, kemudian pada malam hari ada acara bersama suami, lalu saat sang suami ditawari makan karena kenyang si suami menolak, dan sang istri berkomentar “tadi habis buka puasa”. Si Suami mati – matian menyembunyikan puasanya, tapi malah sang istri membeberkannya, adakah gunanya buat sang istri? Dia hanya ingin terlihat bangga punya suami yang rajin puasa. Padahal siapa yang puasa? Bukankah suaminya, yang puasa suaminya koq yang bangga istrinya. Ya begitulah manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;line-height:150%;"><span lang="IN">Santri<span> </span>:<span> </span>Apa pak kyai sudah bisa ikhlas?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kyai<span> </span>:<span> </span>(sang kyai tertawa kecil). Jawabannya sama kalau kamu ditanya apakah kamu tidur?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Santri<span> </span>:<span> </span>koq?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kyai<span> </span>:<span> </span>Jawab pertanyaan saya. Apakah kamu tidur?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Santri<span> </span>:<span> </span>Tidak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kyai<span> </span>: Adakah orang kalau ditanya apakah kamu sudah tidur terus menjawab ya saya sedang tidur?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Santri<span> </span>:<span> </span>Ya tidak mungkin, mana mungkin orang tidur bisa berkata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kyai<span> </span>:<span> </span>Sama, kalau orang ditanya sudah ikhlas terus menjawab saya sudah ikhlas berarti dia juga belum ikhlas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Santri<span> </span>:<span> </span>(santri gantian tertawa).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kyai<span> </span>:<span> </span>Ikhlas itu bukan pekerjaan mudah, tapi terus berusaha. Belum tentu orang yang banyak ilmunya lebih ikhlas dari orang yang sedikit ilmunya. Ikhlas itu yang bisa mengukur hanya Allah. Jadi kalau kamu sudah beramal lupakan amal itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Ada kisah seorang ahli ibadah ditimbang ibadahnya didunia selama 70 tahun, ternyata ibadah itu saja belum cukup untuk mensyukuri nikmat sebelah mata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Jadi untuk apa dibanggakan, amal kita kalau ditimbang itu nda ada apa – apanya dibanding nikmat Allah. Sebaliknya seandainya maksiat kita ditimbang pasti dunia pun enggan memikulnya. Saking banyaknya, mulai dari ghibah / menggunjing, sampai mengeluh, mengumpat, berkata – kata kasar, tidak menutup aurat dimuka umum, dan sebagainya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Jadi kalau beramal ingat dosa – dosa besar kita. Kalau dia punya orang tua maka ingat dosa kepada orang tua yang sering kita durhakai, kita berbohong, mencela mereka di depan orang lain, membuka aib mereka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kalau kita punya anak ingat dosa kepada anak, sering kali kita dzolim kepada anak, sering kita memaksakan kehendak kepada anak, memikulkan tanggung jawab kita pada anak kita, sering kali kita membiarkan anak kita terjerumus ke kemaksiatan, ada kesempatan menikahkan anak kita malah kita melarangnya dengan alasan takut miskin dan sebagainya, padahal yang mencukupkan rizqi itu Allah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Saya kembali mengingatkan kepadamu yang belum menikah, janganlah kamu takut miskin, tapi takutlah maksiat, jadi kamu kalau sudah punya kemampuan kenapa harus menunda menikah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Santri<span> </span>:<span> </span>(santi teripu dalam hati : ini tanya ikhlas tapi kenapa malah disindir soal nikah, apa saya kelihatan ahli maksiat ya).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kyai<span> </span>:<span> </span>Takutlah kepada Allah, jadikan kamu orang yang bersegera, dan Allah pasti akan menolongmu. Dia yang akan mencukupimu. Kamu sudah punya pekerjaan?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Santri<span> </span>:<span> </span>Iya, tapi masih sedikit penghasilannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kyai<span> </span>:<span> </span>Tidak boleh bilang sedikit, siapa yang bilang sedikit, berarti dia menyempitkan rizqi Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Santri<span> </span>:<span> </span>Tapi memang sedikit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kyai<span> </span>:<span> </span>Cukup buat hidup?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Santri<span> </span>:<span> </span>Cukup, tapi . . .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kyai<span> </span>: <span> </span>Cukup tidak ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Santri<span> </span>:<span> </span>Cukup.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kyai<span> </span>:<span> </span>Alhamdulillah, bagaimana kita bisa mendapat rizqi yang lebih banyak, kalau yang sedikit saja kita tidak bisa mensyukurinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Santri<span> </span>:<span> </span>Astaghfirullah. Saya kurang bersyukur ya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kyai<span> </span>:<span> </span>Untuk hidup itu bukan masalah banyak atau sedikitnya rizqi, tapi cukup atau tidaknya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Santri<span> </span>:<span> </span>Bagaimana supaya biar cukup.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kyai<span> </span>:<span> </span>Ikhtiar atau usaha penuh keihlasan, doa yang rajin, percaya kepada Allah, dan berprasangka baik kepada Allah. Kalau Allah mengkaruniai kita hujan, maka kita bersyukur, karena hujan adalah bukti rahmat Allah, dan bahkan saat hujan adalah saat makbul untuk berdoa. Kalau Allah mengkaruniai kita panas terik, maka langkah kita, segera ambil cucian, saatnya mencuci, dan bersyukur karena cucian kita insyaAllah kering. Orang yang menyempitkan dirinya, saat hujan mengeluh karena tidak bisa keluar rumah, saat panas terik mengeluh karena gerah, rasanya dunia semakin sempit. Kita tinggal memilih mana yang lebih kita sukai menjadi Ahli syukur atau ahli mengeluh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="line-height:150%;" lang="AR-SA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Ibrahim : 7.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; &#8220;Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih&#8221;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Santri<span> </span>:<span> </span>Ya kalau begitu saya pamit dulu pak kyai.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kyai<span> </span>:<span> </span>Lho koq mau kemana?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Santri<span> </span>:<span> </span>Mumpung panas, saatnya saya mencuci, pak kyai mengingatkan saya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kyai<span> </span>:<span> </span>(sambil tertawa kecil) Sekalian sama cucian saya, biar tambah amal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Santri<span> </span>:<span> </span>Ah pak kyai, tapi boleh juga koq.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kyai<span> </span>:<span> </span>Nda perlu, saya cuma bercanda. Rosul saja membawa barang belanjaannya senidiri saat banyak yang menawarkan bantuan kepadanya. Masak saya masih bisa cuci baju sendiri minta bantuan orang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Santri<span> </span>:<span> </span>Terima Kasih pak kyai wejangannya. Assalamu’alaikum</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kyai<span> </span>:<span> </span>Sama – sama, Wa’alaikumsalam Wr&#8230; Wb&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hanantareja.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hanantareja.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanantareja.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanantareja.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanantareja.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanantareja.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanantareja.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanantareja.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanantareja.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanantareja.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanantareja.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanantareja.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanantareja.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanantareja.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanantareja.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanantareja.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanantareja.wordpress.com&amp;blog=3874446&amp;post=40&amp;subd=hanantareja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanantareja.wordpress.com/2008/06/23/ikhlas-dialog-kecil-sang-kyai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55873cf206baedf0036d4abf315729fd?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanantareja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>bunda</title>
		<link>http://hanantareja.wordpress.com/2008/06/23/bunda/</link>
		<comments>http://hanantareja.wordpress.com/2008/06/23/bunda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 10:29:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanantareja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[My Lovely Family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanantareja.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Aku coba untuk menerawang 24 tahun yang lalu, tentu tak akan bisa kuganti rasa sakit yang menyertai kehadiranku di dunia, tak akan ada seorang pun yang bisa membeli kebahagiaan seorang karena harapannya akan diriku. Seandainya saja aku bisa membeli senyum kelegaan di wajah, yang menatap wajah mungilku pertama kali, setelah rasa sakit yang sangat, seandainya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanantareja.wordpress.com&amp;blog=3874446&amp;post=39&amp;subd=hanantareja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Aku coba untuk menerawang 24 tahun yang lalu, tentu tak akan bisa kuganti rasa sakit yang menyertai kehadiranku di dunia, tak akan ada seorang pun yang bisa membeli kebahagiaan seorang karena harapannya akan diriku. Seandainya saja aku bisa membeli senyum kelegaan di wajah, yang menatap wajah mungilku pertama kali, setelah rasa sakit yang sangat, seandainya saja . . . Mungkin rasanya seperti menghadirkan wajah bidadari yang tersenyum tulus, wajah yang penuh harap. Senyum itu pasti rasanya seakan kumpulan doa – doa tulus yang tak terucap, tiada perlu aku bertanya, namun pasti akan kurasakan bibir itu bergetar, mewakili hatinya yang sedang berbunga, wajah itu mengisyaratkan bahwa sang pemiliknya sedang mengumpulkan semua sisa – sisa energi yang ada hanya untuk menatap tubuhku . . . Walau hanya sekedar menatap . . .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Aku coba membayangkan 24 tahun yang lalu, saat dekapan pertama itu hadir . . . Ada rengkuhan lembut yang memeluk tubuhku yang masih sangat lemah, seolah ada udara yang ditiup menghembus meneduhkan yang panas, seakan ada selimut yang menghangatkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Saat belaian pertama mengusap kepala, kubayangkan berdiri di tepi pantai, kupejamkan mata, sang bayu menerpa wajahku, memainkan bulu &#8211; bulu lembut yang ada dipermukaannya, mentari bersinar malu dengan panas yang tiada terik agar seolah dia sedang tersenyum ceria.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Saat mata pertama kali terlelap, ada harapan yang besar, ingin kubekukan waktu – waktu indah itu, ingin kukemas rapi dalam ingatan agar tiada lekang hingga maut menyapa, ada penyesalan yang sangat, karena pasti semua itu akan terlupa olehku. Aku masih terlalu lemah untuk mengingat surga pertamaku didunia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Memutar roda ke 23 tahun silam, mencoba walau tak bisa, mengingat saat aku mengusik mimpi – mimpi indahnya karena tangisanku, terjaga dikeheningan malam saat makhluk yang lain tak mengindahkan tangisanku, terbangun dengan mata sayu penuh kelelahan setelah seharian aku membuatnya sulit sekedar untuk melepas lelah, memaksa wanita itu membersihkan apa yang sudah kukeluarkan, mengharuskan dia mencuci apa yang sudah kukotori, menyita waktu – waktunya tanpa harus aku meminta. Bagaimana aku bisa menggantinya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Terpaku melihat aku mulai belajar berdiri, tetap menyemangatiku tanpa tahu apa arti sia – sia, walau seolah usaha itu entah kapan ada hasilnya, memapah dalam tiap langkah – langkah gontai, bidadari itu tertawa kecil ketika kutatap wajahnya, seolah dia melihat surga di wajahku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Duduk termenung di sela kesibukan, membayangkan bagaimana dia berusaha keras mengerti apa yang kuucapkan, bahkan aku sendiri tak mengerti apa yang sudah kuucapkan. Tersentak gembira ketika mendengar kata – kata pertama kuucapkan yang memiliki arti, seolah tak yakin waktu sudah mulai menjawab pertanyaan – pertanyaan. Berusaha tampil lucu di depanku agar aku senantiasa tertawa walau keletihan jelas tergambar di wajahnya, menjagaku dari tangis&#8230; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Entah bagaimana wajahnya yang menampakkan kebingunan saat tangisku tak pernah berhenti, kecemasan itu hadir di seluruh aura tubuhnya, gugup mencari tindakan apa yang terbaik. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Semua kenangan itu tak akan pernah bisa kuganti dengan apapun&#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Banyak terjalin khilaf,  tidak sedikit yang kusengaja,  sering pula karena ego, tapi tiap kali perselisihan hadir, dia selalu hadir dengan tangan terbuka&#8230; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;">teruntuk bunda tercinta&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hanantareja.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hanantareja.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanantareja.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanantareja.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanantareja.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanantareja.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanantareja.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanantareja.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanantareja.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanantareja.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanantareja.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanantareja.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanantareja.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanantareja.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanantareja.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanantareja.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanantareja.wordpress.com&amp;blog=3874446&amp;post=39&amp;subd=hanantareja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanantareja.wordpress.com/2008/06/23/bunda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55873cf206baedf0036d4abf315729fd?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanantareja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kulit &#8211; jeruk part V</title>
		<link>http://hanantareja.wordpress.com/2008/06/02/kulit-jeruk-part-v/</link>
		<comments>http://hanantareja.wordpress.com/2008/06/02/kulit-jeruk-part-v/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 07:43:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanantareja</dc:creator>
				<category><![CDATA[jeruk]]></category>
		<category><![CDATA[jeruk part V]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanantareja.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Kulit Pernahkan anda berpikir bahwa lapisan luar dari buah-buahan seperti pisang, semangka, melon dan jeruk berfungsi sebagai pembungkus yang sangat berkualitas, yang membungkus daging buahnya sedemikian rupa sehingga rasa dan keharumannya tetap terjaga? (Harun Yahya : bagaimana seorang muslim berpikir). Apa yang membungkus diri Anda hingga akhlaq Anda terjaga? Sudahkah Anda memiliki kulit itu?<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanantareja.wordpress.com&amp;blog=3874446&amp;post=36&amp;subd=hanantareja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Kulit </span></strong></p>
<p>Pernahkan anda berpikir bahwa lapisan luar dari buah-buahan seperti pisang, semangka, melon dan jeruk berfungsi sebagai pembungkus yang sangat berkualitas, yang membungkus daging buahnya sedemikian rupa sehingga rasa dan keharumannya tetap terjaga? (Harun Yahya : bagaimana seorang muslim berpikir).</p>
<p>Apa yang membungkus diri Anda hingga akhlaq Anda terjaga? Sudahkah Anda memiliki kulit itu?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hanantareja.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hanantareja.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanantareja.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanantareja.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanantareja.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanantareja.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanantareja.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanantareja.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanantareja.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanantareja.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanantareja.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanantareja.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanantareja.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanantareja.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanantareja.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanantareja.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanantareja.wordpress.com&amp;blog=3874446&amp;post=36&amp;subd=hanantareja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanantareja.wordpress.com/2008/06/02/kulit-jeruk-part-v/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55873cf206baedf0036d4abf315729fd?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanantareja</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
